Semua Orang Harus Memastikan Sitasi

Ada catatan penting sebagai pembelajatan terkait masing-masing asosiasi menginisiasi style yang akan digunakan para penelitinya, yakni memastikan sebuah karya tidak lahir dari proses yang plagiat. Selain, tentu saja, alasan keseragaman dan menjadi panduan bersama bagi …

Ada catatan penting sebagai pembelajatan terkait masing-masing asosiasi menginisiasi style yang akan digunakan para penelitinya, yakni memastikan sebuah karya tidak lahir dari proses yang plagiat. Selain, tentu saja, alasan keseragaman dan menjadi panduan bersama bagi mereka dalam menyelesaikan karya atau tugas akhir. Begitulah antara lain pesan yang dapat dibaca dari sejumlah style, seperti American Psychological Association (APA), Modern Language Association (MLA), Chicago Manual of Style, Vancouver Style, American Sociological Association (ASA), atau Harvard Style. Lebih jauh, hal ini juga untuk menegaskan bahwa sitasi itu sebagai sesuatu yang mutlak. Siapa pun yang merujuk dokumen, data, maupun pernyataan orang lain, harus memberi sitasi secara layak dan memadai.

Dengan demikian, posisi sitasi sangat penting. Mengiringi pentingnya posisi sitasi ini, pembuatan cara sitasi dan daftar referensi yang benar dan memudahkan juga tidak kalah pentingnya. Ketrampilan dalam menggunakan pola atau cara sitasi dan penulisan referensi yang tepat, sebagaimana sudah dijelaskan dalam latar belakang masing-masing style, juga sama pentingnya seperti sitasi itu sendiri, untuk memastikan bahwa semua informasi yang dibutuhkan sudah terurai dengan baik.

Mengapa sitasi harus dipastikan? Ada soal kredibilitas yang akan menjadi nilainya. Selain soal bagaimana cara menghormati karya orang lain yang dikutip secara layak. Sesuatu yang kita rujuk dari orang lain, tidak boleh dianggap sederhana. Secara langsung atau tidak, bahan bacaan dan bahan kutipan, berkontribusi terhadap karya kita. Makanya dalam konteks ini, sitasi lebih menjurus kepada pengakuan terhadap dokumen, data, dan pernyataan dari karya orang lain. Semua jenis yang dikutip, lalu diurutkan menurut pola masing-masing dalam suatu daftar referensi yang ditempatkan pada akhir karya.

Dalam artikel yang ditulis Allison Hahn (2020), “Citations”, disebutkan bahwa sitasi adalah referensi penting yang digunakan dalam penulisan akademis dan penelitian untuk mengakui sumber ide, teori, atau penelitian yang bukan merupakan karya asli penulis. Dalam hal ini, sitasi dapat muncul sebagai sitasi dalam teks, catatan kaki, atau catatan akhir, dan sering kali dikompilasi ke dalam bibliografi atau bagian “karya yang dikutip” di akhir dokumen. Penegasan penting dari Hahn soal bagaimana memastikan proses ini, agar penulis dapat saling membangun karya satu sama lain sambil menghindari plagiarisme, pelanggaran serius terhadap integritas akademis.

Itulah alasannya kenapa sitasi harus benar-benar dipastikan. Tidak boleh terlewatkan satu pun, karena dampaknya akan luar biasa. Apalagi dalam kebijakan penanggulangan dan pencegahan plagiat di perguruan tinggi negara ini, plagiat bukan hanya soal kesengajaan. Perilaku yang tidak sengaja pun bisa digolongkan ke dalam perilaku ini.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment