Seorang teman yang baik, pada awalnya memberitahu saya cara sederhana untuk merekam referensi. Melalui platform sederhana yang tersedia, antara lain yang tersedia di Microsoft Word, pada toolbars references. Namun yang harus dipastikan, di dalam program Microsoft Word itu terupdate semua versi style yang ada. Hanya butuh sedikit waktu dalam memastikan meta datanya. Untuk hal ini, sebenarnya jika dihubungkan dengan alat bantu lainnya, semisal Mendeley atau Zotero, masalah meta data ini akan terselesaikan dengan sendirinya. Catatan ini dengan pilihan mengisi secara manual.
Dengan demikian, merekam referensi dengan baik bisa dilakukan dengan program sederhana tersebut. Sekadar informasi tambahan, pengetahuan dari teman tersebut, terjadi ketika saat yang agak genting, bukan pada waktu yang penting. Saya kira ada beda antara penting dan genting. Penting menandakan bahwa sesuatu itu harus dicapai dengan rencana yang matang. Penyelesaian hal yang genting, kadang-kadang ditentukan oleh hal yang tidak terduga. Ketika butuh sesuatu, tidak tahu sebelumnya, belum mendapat pengetahuan dengan baik, tiba-tiba dikunjungi teman, dan melihat kita sedang mengerjakan sesuatu, lalu muncul solusi. Istilah lain, kita bertemu orang tepat pada waktu yang tepat pula. Pada tempat yang benar juga. Jika saja menjumpai orang yang salah, tidak memahami, maka kondisi ini tetap akan manual sebagaimana sebelumnya.
Begitulah proses mendapatkan pengetahuan. Teman saya itu, langsung meminta saya untuk membuka laptop, lalu diarahkan apa yang mesti saya tekan. Kemana kursor mesti dibawa, lalu klik, tinggal isi pilihan-pilihan. Bagi dia, mungkin sesederhana itu. Tetapi bagi kita, pengetahuan ini menjadi sangat rumit pada awalnya. Pengetahuan lain yang berbeda, soal bagaimana rekaman referensi mesti diketik secara manual pada masa lalu, tapi kini semua informasi referensi bisa ditelusuri dengan baik. Bahkan banyak buku penting, sekarang bisa ditelusuri secara gratis di jalur maya. Pada masa lalu, untuk kepentingan ini, kita mesti duduk berjam-jam dan memelotot rak pustaka satu persatu.
Ada hal yang lucu sesekali terjadi, saat mengerjakan sesuatu di depan mahasiswa yang sudah mendapatkan pengetahuan dan teknologi informasi-komunikasi melempaui zamaannya. Bagi dia, soal pengetahuan kita yang terbatas, ada kalanya lucu. Ketika perkembangan teknologi sudah berlangsung masif, namun kita masih belum memahami apa yang sedang terjadi dan berkembang. Kita sering sadar mendapatkan pengetahuan dengan baik secara terlambat, walau pengetahuan itu sangat penting bagi kebutuhan profesi kita. Itulah lucunya. Sebagai pembelajaran bagi kita, bahwa pengetahuan mesti dikejar, atau kemajuan itu yang akan meninggalkan kita. Untuk hal-hal yang sesungguhnya sudah sederhana bagi orang lain, namun agak rumit bagi kita, harusnya menjadi cemeti agar kita bisa belajar lebih keras lagi.
Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.