Adalah hal yang sangat penting, merespons berbagai permasalahan hukum lingkungan hidup yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, memerlukan pengaturan dalam bentuk hukum demi menjamin kepastian hukum. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa perbaikan UU KKPLH dipandang sebagai jalan rasional dalam memperbaiki hukum.
Selain masalah tersebut di atas, perkembangan yang terjadi pada aras lingkungan global serta aspirasi internasional, secara langsung semakin mempengaruhi bagaimana usaha pengelolaan lingkungan hidup Indonesia. Hal tersebut di atas sebagai alasan pentingnya penyempurnaan terhadap produk UU KKPLH yang dilakukan menjelang tahun 1997. UU yang telah berusia –waktu itu—hampir 15 tahun.
Kepentingan penyempurnaan, menegaskan tidak akan mengubah posisi keberadaan lingkungan hidup yang dalam konteks negara Indonesia dipandang sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Anugerah tersebut diperuntukkan bagi rakyat dan bangsa Indonesia sebagai karunia dan rahmat yang wajib dilestarikan dan dikembangkan kemampuannya. Alasan pentingnya dilakukan proses pelestarian dan pengembangan kemampuan lingkungan terkait dengan tujuan agar ia dapat tetap menjadi sumber dan penunjang hidup bagi rakyat dan bangsa Indonesia, makhluk hidup lainnya demi kelangsungan dan peningkatan kualitas hidup itu sendiri.
Penegasan ini menjadi sesuatu yang penting, dan dalam pandangan saya, menjadi pembeda dalam proses pengelolaan lingkungan dari berbagai negara lain. Penegasan inilah secara lebih luas dikaitkan betapa kebahagiaan dalam makna yang telah disebutkan di atas, menjadi bagian integral dari berbagai proses pembangunan.
Pelestarian menjadi lebih tinggi posisinya dari berbagai kepentingan pembangunan. Menegaskan bahwa kelestarian alam dalam pembangunan, sebagai jalan proses pencapaian kebahagiaan, menjadi bukti pada waktu itu bagaimana para pembentuk undang-undang selalu berpihak pada soal SDA dan lingkungan sebagai anugerah.
Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.