Di rumah sakit daerah kita, keadaan sudah hampir seperti sedia kala. Sudah mulai kacau. Seperti sudah tidak tertata. Ketika saya mengunjungi orang sakit, bersama istri, mencium aroma rokok pula. Lalu di lorong-lorong, orang-orang menggelar tikar begitu saja, seperti tidak ada lagi yang menata.
Padahal ini penting. Persis seperti ada pengalaman orang-orang yang mendapatkan pengalaman lain: seperti jarang dijenguk awak medis. Padahal ketika mereka dibawa ke rumah sakit, berharap mereka segera sehat. Pengalaman justru menunjukkan, posisi untuk ke rumah sehat, sepertinya masih jauh dari harapan.
Terminologi rumah sehat sesungguhnya ingin menggambarkan bahwa dari dalam gedung itu seyogianya kita akan mendapatkan berbagai hal yang berbau sehat. Sehat fasilitas fisik yang kabarnya sudah sangat canggih, harus dibarengi dengan obat yang juga sudah maju. Fisik, harus dibarengi dengan mental, mulai dari mentalitas manajemen, para pekerja di dalamnya, termasuk orang-orang yang mengunjungi lokasi ini. Ada orang yang datang hanya untuk mengunjungi orang lain, pun harus ikut pada aturan main yang harusnya ditegakkan.
Saya kira harus ada harapan bahwa ketika sampai pada tempat ini, kita merasakan semua komponen dalam keadaan sehat juga. Makanya orang sakit, saat ia tiba di rumah sehat, selekas-lekasnya akan merasakan sehat dalam berbagai bentuknya. Bukan sebaliknya, orang yang ingin sehat, saat membawa ke rumah sakit, akan bertambah fisik dan mental sakitnya.
Saya kira harus ada energi dan semangat untuk membawa rumah sakit ini benar-benar menjadi rumah sehat. Saat orang yang sakit datang, mereka akan merasakan aroma sehat dan muncul energi dan semangatnya juga sebagai kekuatan untuk mempercepat ikhtiar sehat. Sekali lagi, bukan sebaliknya, ketika orang sakit bertambah kondisi sakitnya ketika tiba di rumah sakit.
Saya yakin, apa yang dibicarakan ini merupakan proyek besar yang harus didukung semua komponen. Fisik dan mental. Manajemen rumah sakit dan pekerjanya. Pekerja medis dan orang sakitnya. Mereka yang sakit dan para keluarga yang menjaga serta mereka yang mengunjunginya. Bukan soal mudah untuk mencapai posisi ini. Pun saya kira bukan posisi yang tidak mustahil dicapai. Banyak rumah sakit di tempat lain yang sudah berhasil. sesuatu yang baik, sudah semestinya, kita mencontoh.
Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.