Modernisasi dan Kerusakan Lingkungan

Kerusakan lingkungan yang semakin dirasakan akhir-akhir ini, pada dasarnya sudah disadari sejak berakhirnya Perang Dunia ke-2. Soal semakin bermasalah dalam proses eksploitasi sumber daya alam, menyebabkan kondisinya yang tidak hanya menipis –terutama sumber daya alam …

Kerusakan lingkungan yang semakin dirasakan akhir-akhir ini, pada dasarnya sudah disadari sejak berakhirnya Perang Dunia ke-2. Soal semakin bermasalah dalam proses eksploitasi sumber daya alam, menyebabkan kondisinya yang tidak hanya menipis –terutama sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui—melainkan juga meninggalkan bekas dan kerusakan serius. Selain itu, perkembangan pada penggunaan mesin secara masif yang berbasis pada bahan bakar fosil, tidak kalah serius dampaknya, karena ia berkontribusi langsung bagi pemanasan global dan menipisnya lapisan ozon.

Bahan bakar fosil yang masif digunakan ketika mesin menggantikan teknologi ramah lingkungan, memiliki dampak serius bagi kehidupan manusia. Polusi udara dan polusi air nyata bisa dilihat dan dirasakan dalam kehidupan. Selain itu, apa yang disebut sebagai perubahan iklim, juga nyata lewat pemanasan global, kenaikan permukaan air laut, serta cuaca ekstrem. Rumus kerjanya, pembakaran bahan bakar fosil tersebut melepaskan gas rumah kaca seperti CO2 sekaligus partikel-partikel beracun yang memberi dampak yang lain seperti penyakit pernapasan dan jantung.

Era Revolusi Industri dengan polusi udara dan air, sudah dirasakan sebagai dampak langsungnya dari penggunahan bahan bakar. Sejak saat itu pula, dua abad yang lalu, masalah deforestasi untuk berbagai kepentingan industri juga disadari merusak kualitas hidup manusia dan bumi. Penggunaan bahan kimia berbahaya dan plastik –yang sesungguhnya sejak awal penemuan dianggap sebagai temuan yang ramah lingkungan—berkontribusi pada kerusakan ekosistem dan bagi penurunan keragaman hayati. Khusus pada deforestasi, terjadi karena hutan ditebang selain untuk permukiman, kebutuhan industri, kegiatan untuk mendukung pertambangan, serta bahan bakar.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment