Materi ini dirangkum Sulaiman Tripa, sebagai bagian bahan belajar mahasiswa doktor ilmu hukum Universitas Syiah Kuala
Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Style dikembangkan untuk mengelola secara efisien banyaknya referensi dalam makalah teknik yang kompleks. Dalam laman resmi mereka [link: https://www.ieee.org/about/ieee-history], disebutkan akar IEEE bermula sejak abad ke-19. Para ilmuwan dan insinyur telah memanfaatkan tenaga listrik; menghubungkan dunia melalui telegraf transatlantik; dan membangun telepon berdering dan lampu dengan sakelar. Listrik semakin berpengaruh secara global. Pada musim semi tahun 1884, sekelompok profesional industri bertemu di New York, AS. Mereka menyepakati sebuah tujuan: Mereka akan menggunakan pengetahuan dan pengaruh mereka untuk memberi manfaat bagi umat manusia. Lembaga IEEE itu sendiri baru terbentuk tahun 1963, ketika American Institute of Electrical Engineers (AIEE) bergabung dengan the Institute of Radio Engineers (IRE). Anggota Anggota IEEE adalah insinyur dan teknolog dari seluruh dunia.
Seperti juga style lainnya, IEEE Style lahir untuk menjawab cara merekam referensi yang digunakan dalam bidang teknis dan sains komputer. Kebutuhan style ini, seiring dengan berkembangnya bidang kelistrikan, telekomunikasi, dan komputasi awal, publikasi penelitian berisi data teknis yang sangat detail, termasuk persamaan matematika, diagram, dan narasi yang padat. Style lain untuk literatur dan ilmu sosial (seperti APA atau MLA) dianggap terlalu bertele-tele dan mengganggu alur penelitian yang sangat teknis.
Untuk mengatasi hal tersebut, IEEE menstandarisasi pedoman editorialnya untuk memprioritaskan keringkasan, kemudahan pelacakan urutan sumber, dan struktur bacaan berbasis garis waktu di mana sumber dicantumkan sesuai urutan kemunculannya. Gaya beranjak dari Chicago Manual of Style, sistem numerik menggunakan angka dalam kurung di dalam teks (misalnya, [1]) yang terhubung ke daftar referensi kronologis. Sumber dikutip menggunakan dengan nomor urut yang diapit dalam tanda kurung siku tersebut, ditempatkan langsung di dalam teks, biasanya sebelum tanda baca. Sementara untuk daftar pustaka di akhir dokumen diurutkan secara kronologis berdasarkan kemunculannya dalam teks, bukan secara alfabetis.
IEEE Style dengan menghilangkan nama penulis dan tahun publikasi dari kutipan dalam teks, dianggap jauh lebih mempermudah pembaca. Apalagi saat ini, IEEE Style merupakan format kutipan utama untuk penerbitan akademis dan profesional di bidang teknik elektro, ilmu komputer, dan teknologi informasi. Format ini diformalkan dalam IEEE Editorial Style Manual for Authors dan digunakan bersamaan dengan template teknis seperti Microsoft Word dan LaTeX.
Contoh penulisan artikel dalam daftar referensi adalah: S. Tripa, “Paradigma dalam Penelitian Hukum,” Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, vol. 20, no. 2, pp. 255-272, Agustus 2019. Sedangkan untuk buku: S. Tripa, Diskursus Metodologi dalam Penelitian Hukum. Banda Aceh: Bandar, 2019.
Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.