Ada Apa dengan Syariat?

Ada satu pertanyaan yang sering muncul di dalam kelas, soal mengapa isu syariat tak selesai-selesai. Isu yang ditangani sejak 20 tahun yang lalu, hingga sekarang masih berkutat pada hal yang sama. Apa yang dilakukan, sehingga …

Ada satu pertanyaan yang sering muncul di dalam kelas, soal mengapa isu syariat tak selesai-selesai. Isu yang ditangani sejak 20 tahun yang lalu, hingga sekarang masih berkutat pada hal yang sama. Apa yang dilakukan, sehingga dalam perjalanan waktu itu, belum sepenuhnya berubah.

Memang tidak ditampik, ketika bicara pelaksanaan syariat Islam, tampak begitu seksi. Berbagai isu berkembang dan muncul ke permukaan terkait dengan pelaksanaan syariat Islam ini. Kebijakan seringan apapun menjadi masalah. Sedikit saja ada kebijakan yang berkenaan dan ada kata-kata Islam, sering muncul komentar yang berbagai macam. Namun sebagai catatan bahwa tidak semua komentar terhadap pelaksanaan syariat, tidak berdasarkan data. Pelaksana, tentu saja harus ikhlas dikritisi.

Lalu ada fenomena lain juga, misalnya hal apapun yang terkait dengan terjadinya kekerasan, lalu dijadikan kebijakan syariat sebagai salah satu penyebabnya. Bahkan kejadian yang sama sekali tidak ada kaitannya, juga dikait-kaitkan. Ini menggambarkan begitu seksinya isu-isu tentang syariat ini. Orang-orang yang menghantam isu-isu syariat, lalu digolongkan sebagai orang kritis. Sebaliknya, orang-orang yang karena keyakinannya merasa wacana tertentu bisa diterima, dikatakan sebagai orang-orang yang antipembaruan.

Model pemunculan stigma demikian tidak berlangsung dalam aras lokal saja. Model demikian turut terbangun dalam aras yang melampau lokal. Tentu, itu terjadi dengan proses yang bertingkat. Orang yang berbicara dan menghantam syariat di tingkat nasional dan global, tentu dibisik oleh mereka yang ada di kawasan lokal. Tidak mungkin isu atau wacana atau apapun namanya yang terkait dengan syariat, bisa sampai dengan sendirinya ke orang-orang tertentu di nasional atau dunia.

Tidak masalah tentang apapun yang ada di daerah ini diketahui oleh mereka dengan tidak berbatas. Apalagi dunia memang sudah sangat terbuka. Yang menjadi masalah penting adalah ketika isu atau wacana tertentu berkembang tidak seperti yang sebenarnya terjadi. Apa yang menjadi hantaman secara nasional dan global, kadangkala tidak sesungguhnya demikian terjadi pada tingkat lokal.

Ada kasus tertentu pada tingkat lokal hanya serpihan, ternyata di nasional sudah berkembang sayatan, dan di global dengan penuh kesadaran berkembang menjadi tikaman. Suatu kali di televisi, dari jauh, saya mendengar komentar seorang tokoh organisasi penting yang sedang duduk di Jakarta. Mendengar komentar yang menyakitkan, sudah sering keluar dari pimpinan organisasinya orang kita. Mungkin suatu kali, sekiranya mengetahui siapa pembisik yang membisikkan ke tokoh itu, saya juga ingin membisikkan rasa mual mendengar komentarnya.

Ya Allah, lindungilah hamba dari godaan syeitan yang terkutuk.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment