Esai, Kupiluho

Saya Belajar Memahami Bencana

Saya ingin melihat kekurangan pengetahuan pribadi saya terkait bencana. Pertanyaan yang sejumlah kesempatan saya tanyakan kepada sejawat, bahwa apakah dalam bencana 25-30 November 2025 di …

Read more

Esai

Mengoreksi Ideologi Antroposentris

Secara keilmuan, ada pembahasan mengenai ideologi dan paham, khususnya untuk membahas antroposentris. Selalu ada konsep yang berkembang dan adakalnya diperdebatkan. Secara konsep, bahasan tentang apa …

Read more

Kupiluho

Bantuan dan Harkat Manusia

Semua warna kulit di dunia, sepakat untuk memperlakukan mereka yang menjadi korban atau penyintas bencana secara manusiawi. Tidak boleh hanya karena mereka sedangf membutuhkan –karena …

Read more

Uncategorized

Para Penerobos Medan Sulit

Selalu saja hadir orang baik dalam setiap peristiwa. Guru saya menyebut, selalu ada orang pada eranya, atau setiap waktu ada orangnya. Dalam setiap bencana, orang-orang …

Read more

Esai

Jalan Menghayati Penderitaan

Saya ingin melihat posisi bencana dengan berusaha menghayati penderitaan korban atau penyintas. Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengartikan korban lebih pasif dari penyintas. Istilah korban merujuk …

Read more

Esai

Mengeja Dampak

Dampak bencana ekologis Sumatera, walau secara administratif termasuk dalam 52 kabupaten/kota dari tiga provinsi (Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh), sesungguhnya sangat masif. Terutama apa …

Read more

Kupiluho

Jalan Menelusuri Kejahatan Lingkungan

Apakah sulit mencari para pelaku kejahatan lingkungan? Jawabannya bisa ya, juga bisa tidak. Guru saya, Profesor Satjipto Rahardjo, begawan hukum yang menawarkan hukum progresif, berpikir …

Read more

Esai

Kejahatan Extraordinary Lingkungan

Salah satu yang muncul setelah bencana ekologis Sumatera adalah soal ekosida (ecocide). Satu artikel yang ditulis Enrico Simanjuntak (2 Desember 2025 pada laman Marinews Mahkamah …

Read more

Kupiluho

Mengejar Perusak Lingkungan

Pernyataan utama yang sering muncul ketika berbicara suatu kejahatan yang melibatkan “kelas atas” adalah soal bagaimana kerumitan proses pembuktian (kejahatan itu). Kerumitan tersebut, pada dasarnya …

Read more