Mungkinkah Semua Sekolah Akan Unggul?

Bisa jadi, pertanyaan itu berlebihan. Akan tetapi melepas kesenjangan, hal itu harus diupayakan. Paling tidak ada dua hal yang saya kira sangat penting diperhatikan, yakni: Pertama, menciptakan sekolah unggul di Aceh, harus dibarengi dengan usaha …

Bisa jadi, pertanyaan itu berlebihan. Akan tetapi melepas kesenjangan, hal itu harus diupayakan. Paling tidak ada dua hal yang saya kira sangat penting diperhatikan, yakni: Pertama, menciptakan sekolah unggul di Aceh, harus dibarengi dengan usaha membuat unggul semua sekolah di Aceh. Hal ini sangat penting untuk menghilangkan jurang gap yang besar dari kualitas siswa di sekolah yang dianggap unggul dengan sekolah yang dianggap tidak unggul.

Hal ini bisa dipergunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan dan prestasi secara umum siswa di Aceh. Jika kita melihat ada anak Aceh yang bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional dalam berbagai olimpiade pengetahuan, maka pertanyaannya berapa jumlah dibandingkan dengan jumlah semuanya. Kita harus jujur untuk melihat berapa jumlah siswa yang berprestasi itu, lalu kemudian membandingkan dengan jumlah siswa secara keseluruhan.

Mengukur ini juga penting untuk melihat seberapa besar siswa yang akan tertampung dalam sekolah-sekolah unggul di Aceh, yang kemudian diperkirakan akan lahir siswa-siswa cerdas dibandingkan dengan jumlah sekolah-sekolah yang tidak unggul di Aceh.

Saya hanya ingin mengungkapkan kegelisahan, bahwa jangan sampai hadirnya beberapa sekolah unggul, justru akan membuat jurang yang kian lebar, antara anak cerdas dengan yang tidak cerdas. Beberapa anak yang berprestasi gemilang membuat kita bangga dan bahagia, namun ketika dikalkulasikan, jumlah siswa yang gemilang itu ternyata sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah siswa yang tidak gemilang dan makin terpuruk.

Mudah-mudahan tidak sampai kebanggaan ini membuat kita lupa, bahwa ada anak yang brilian bisa mencapai nilai 9,9 dalam kompetisi tertentu, namun di sekeliling mereka (yang jumlahnya sangat banyak itu), mungkin untuk mendapatkan angka 6 saja susah. Bila itu yang terjadi, maka di sanalah kesenjangan itu.

Mengkalkulasi ini, sebenarnya bisa dengan memakai rumus mencari tingkat pendapatan perkapital penduduk. Harta semua orang, kemudian dibagikan dengan jumlah penduduk, maka menghasilkan pendapatan yang sekian. Padahal, ada orang yang pendapatan lebih besar dari 100 orang lain, yang kemudian juga dibagi sama. Saya kira tidak tepat kalau nanti persentase prestasi siswa di Aceh kemudian diukur dengan rumus seperti itu.

Kedua, bila sepakat dengan ini, tentu akan ada kebijakan nyata tentang memperbanyak guru-guru berkuaitas di pedalaman. Jangan ada lagi memusatkan guru-guru berkualitas hanya di pusat kota saja. Guru-guru yang dianggap unggul di daerah, harus dikuatkan untuk selalu berada di daerah.

Seorang guru yang meminta pindah dari suatu daerah, jangan dipermudah walau dengan kepentingan untuk memperkuat sekolah unggul yang ada di kota. Memperbanyak guru di daerah sangat penting karena jumlah terbesar siswa dan sekolah adalah berada di kampung (di daerah), bukan di kota. Artinya, kebijakan ke depan tidak hanya berorientasi untuk menambah sekolah unggul semata dalam meningkatkan kapasitas kecerdasan dan prestasi siswa, akan tetapi juga dibarengi dengan membuat kebijakan yang bisa membuat unggul semua sekolah yang ada di Aceh.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment