Edisi 12 Agustus 2021, Kompas menurunkan satu berita penting, “Laporan PBB Soal Perubahan Iklim Jadi Peringatan Kode Merah untuk Manusia”. Laporan ini berdasarkan satu laporan penting PBB yang mengungkapkan bahwa pemanasan global hampir tidak terkendali. Dampak dari keadaan ini tidak menunggu seratus tahun, melainkan beberapa dekade saja. Para ilmuwan yang tergabung dalam Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change atau PCCI) menyebutkan, semuanya karena kesalahan manusia (Dewi, 2021).
IPCC sendiri adalah salah satu organisasi ilmiah para ilmuwan antarpemerintah dari seluruh dunia. Tujuan penting mereka untuk memajukan pengetahuan tentang perubahan iklim akibat perilaku manusia tersebut. Ada dua lembaga penting Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membentuk organusasi ini pada 1988, yakni the World Meteorological Organization (Organisasi Meteorologi Dunia, WMO), dan United Nations Environment Programme (UNEP).
WMO fokusnya pada meteorologi (ilmu cuaca), hidrologi (ilmu air), dan ilmu geofisika lainnya. Lembaga ini berada langsung di bawah PBB, memiliki sejumlah tugas, yakni: pertama, mempromosikan kerja sama internasional dalam jaringan pengamatan cuaca dan iklim; kedua, memastikan pertukaran data dengan cepat dan efisien antarnegara di seluruh dunia; ketiga, melindungi kehidupan dan properti dari bencana terkait cuaca dan iklim. WMO memiliki 193 anggota yang berpusat di Jenewa, Swiss. Atas peran lembaga ini dalam membangun dan menyebarluaskan pengetahuan yang lebih besar tentang antropogenik perubahan iklim, mereka berhasil mendapatkan Nobel Perdamaian tahun 2007.
Sedangkan UNEP, lembaga yang didirikan pada tahun 1972 setelah dilaksanakan United Nations Conference on the Human Environment yang berlangsung 5-16 Juni 1972 di Stockholm. UNEP bermarkas di Nairobi, Kenya.
Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.