Dampak Perubahan Iklim

Berita Kompas edisi 12 Agustus 2021, sebagai Laporan IPCC yang ke-6 yang dinamakan laporan penilaian bagian pertama, dengan judul “The Physical Science Basis”. Laporan yang dikerjakan the Working Group I, dan ditulis oleh 234 ilmuwan …

Berita Kompas edisi 12 Agustus 2021, sebagai Laporan IPCC yang ke-6 yang dinamakan laporan penilaian bagian pertama, dengan judul “The Physical Science Basis”. Laporan yang dikerjakan the Working Group I, dan ditulis oleh 234 ilmuwan dari 66 negara dan mengutip 14 ribu makalah pertemuan ilmiah sebuah acuan. Laporan kemudian disusun dalam chapter, dengan simpulan penting bahwa manusia sebagai penyebab pemanasan global.

Laporan tersebut tidak berhenti di situ. Pada tanggal 28 Februari 2022, IPCC kembali menerbitkan laporan bagian kedua, dengan judul “Impacts, Adaptation, and Vulnerability”. Laporan ini berisi dampak dan adaptasi perubahan iklim yang telah dan akan dihadapi manusia.

Laporan diuraikan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dengan menggambarkannya sebagai kode merah untuk kemanusiaan. Berdasarkan 14 ribu studi ilmiah, laporan IPCC menyebutkan suhi global rata-rata kemungkinan akan mencapai atau melewati ambang batas pemanasan 1,5 derajat Celsius dalam waktu 20 tahun saja. Suhu rata-rata saat ini naik 1,1 derajat Celsius. Penyebabnya karbon dioksida (CO2) dari pembakaran bahan bakar fosil yang terakumulasi di atmosfer.

Upaya untuk pemangkasan emisi justru diragukan. Tahun 2060, kenaikan diyakini bisa mencapai 2,0 derajat Celcius dan menjadi 2,7 derajat Celcius pada akhir abad ini.

Sejumlah dampak dirasakan dalam lima tahun terakhir. Sejak 2021, gelombang panas menewaskan ratusan orang di Pasific Nothwest –dan itu memecahkan rekor di seluruh dunia. Kebakaran hutan yang dipicu oleh panas dan kekeringan menyapu seluruh kota di Amerika Barat, melepaskan rekor emisi CO2 dari hutan Siberia dan mendorong orang Yunani meninggalkan rumah mereka dengan feri. Studi terbaru mengungkap jumlah panas yang diserap bumi semakin meningkat. Ketidakseimbangan energi bumi ini, salah satu disebabkan oleh perubahan iklim. Bahkan bumi dirasakan tidak sehangat sekarang sejak Zaman Pliosen sekitar 3 juta tahun lalu. Ketika itu, nenek moyang pertama manusia muncul. Lautan lebih tinggi 25 meter dari sekarang (Dewi, 2021).

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment