Kedekatan Saya dan Pembimbing

Hal yang sering saya ceritakan dalam kelas Metodologi Penelitian Hukum maupun Penulisan dan Publikasi Ilmiah, adalah pengalaman saya mengenal dekat dengan pembimbing. Kedekatan ini fungsinya untuk lebih memperbanyak ilmu pengetahuannya diturunkan kepada mahasiswa bimbingan seperti …

Hal yang sering saya ceritakan dalam kelas Metodologi Penelitian Hukum maupun Penulisan dan Publikasi Ilmiah, adalah pengalaman saya mengenal dekat dengan pembimbing. Kedekatan ini fungsinya untuk lebih memperbanyak ilmu pengetahuannya diturunkan kepada mahasiswa bimbingan seperti saya. Kedekatan ini bukan untuk kepentingan mendapatkan nilai yang bagus –jika memang kemampuannya tidak bagus; atau bukan untuk mempercepat disetujui tahapan ujian jika memang belum layak untuk diuji.

Pernah suatu kali, ketika saya mendapat kesempatan untuk mempresentasikan judul tugas akhir, saya menyebut apa yang saya baca dalam sejumlah buku tentang penelitian hukum normatif. Saya seperti tersedak ketika pembimbing saya menanyakan apa yang disebut normatif itu. Rupanya apa yang saya jelaskan, tidak berdasar sumber pengetahuan yang valid. Lalu saya diberikan lima buku untuk memperdalam hal yang saya sebut itu. Setelah kelima buku itu saya baca, lalu saya presentasikan kepada beliau, tentang penelitian hukum normatif, baru boleh saya lanjutkan tentang judul tugas akhir.

Setiap presentasi mahasiswa, selalu diundang mahasiswa lain yang di bawah bimbingannya. Semua kami bisa bertukar pengetahuan. Ada yang bisa menyampaikan dengan lugas, namun tidak sedikit juga terbata-batas karena secara psikologi berhadapan dengan mahasiswa angkatan yang lebih muda. Selalu saya ingatkan hal itu untuk mahasiswa saya. Pendidikan itu soal proses, bukan soal kedekatan dalam makna kemudahan-kemudahan yang bukan basis ilmiah. Jadi harusnya semua alat ukur yang digunakan adalah ilmiah.

Hal lain yang saya ingat dari pembimbing adalah tugas yang meminta saya secara khusus untuk menelusuri judul-judul terkait yang sudah ditulis oleh orang sebelumnya. Penelusuran itu, tentu tak terbatas pada satu kampus saja. Tidak membatasi diri pada beberapa kampus. Bisa dibayangkan pada masa itu, ketika kemudahan teknologi komunikasi dan informasi belum seperti sekarang. Saya mengunjungi sejumlah kampus besar, yang karya-karya dosen dan mahasiswanya menjadi rujukan di negeri ini. Butuh banyak waktu untuk kunjungan itu, yang untungnya istri saya mau ikut ke sejumlah kampus. Coba dibandingkan dengan kemudiaan selama ini. Dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi, penelusuran bahan-bahan tersebut bukan sesuatu yang sulit dilakukan.

Realitas lain adalah tentang banyak perguruan tinggi yang sudah harus membuka diri untuk memaparkan apa saja yang sudah ditulis oleh mahasiswanya. Tidak sedikit kampus yang sudah membuka penuh hasil penelitian para mahasiswanya. Ada sebagian kampus yang masih mengunci bab hasil penelitian, dengan catatan akan diberikan setelah melalui proses tertentu. Dengan kondisi demikian, maka menelusuri berbagai bahan yang ada di kampus lain, sekarang ini sudah mudah dilakukan. Dengan modal laptop dan duduk dalam pustaka yang memiliki jaringan internet, semua bisa ditelusuri.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment