Langganan Jurnal dan Buku

Kampus-kampus besar, terbiasa dengan memperluas langganan produk karya ilmiah, seperti jurnal, buku, artikel prosiding, dan sebagainya. Kampus-kampus besar saling berlomba berlangganan berbagai jurnal yang bisa diambil melalui kunci tertentu dari kampus. Hal itu dilakukan tidak …

Kampus-kampus besar, terbiasa dengan memperluas langganan produk karya ilmiah, seperti jurnal, buku, artikel prosiding, dan sebagainya. Kampus-kampus besar saling berlomba berlangganan berbagai jurnal yang bisa diambil melalui kunci tertentu dari kampus. Hal itu dilakukan tidak saja mempermudah mahasiswa dalam mengakses kajian-kajian isu mereka dari seluruh dunia, akan tetapi turut memberi dampak secara langsung. Logikanya, jika karya mahasiswa dengan proses yang baik, tentu akan menghasilkan produk yang baik pula. Artikel dari tugas akhir pasti kualitasnya lebih bagus dan hal ini akan berpotensi bagi mahasiswa untuk publish di banyak jurnal bereputasi.

Ketersediaan bahan –termasuk dari yang dipermudah akses oleh kampus—akan mempermudah warga kampus dalam menyelesaikan karya ilmiah. Apa yang disebut sebagai proses literature review, bisa dilakukan dengan mudah oleh mereka yang berada di kampus. Dampak berantai seperti yang saya sebut di atas. Ketika kita berhasil menelusuri sebanyak mungkin literatur untuk menemukan semua bahan yang berkenaan dengan rencana apa yang kita tulis, otomatis akan mempermudah kerja-kerja ilmiah mahasiswa. Dengan kita lakukan review, kita bisa meyakinkan semua pembaca bahwa apa sudah kita tulis, berbeda dari sejumlah karya sebelumnya.

Proses di atas, lebih jauh akan berkontribusi untuk menawarkan sesuatu yang belum ditawarkan solusinya oleh orang lain. Sungguh tidak diperlukan lagi tulisan sekiranya apa yang kita sampaikan hanya mengulang dari orang lain. Justru ketika itu dilakukan, dengan langkah yang tidak hati-hati, kita akan terhadapkan dengan persoalan serius lain, yakni jiplak. Dengan demikian ada banyak keuntungannya. Ketika ada pertanyaan apa yang akan kita lakukan, justru dengan melakukan penelusuran dan pemetaan semacam ini, terpapar sendiri alternatif jawabannya. Sayangnya tidak semua orang yang menulis memahami langkah ini sebagai sesuatu yang sangat penting. Bukankah implikasi dari hadirnya suatu tulisan yang tidak mengindahkan ini, selalu akan bisa ditebak?

Orang malas, pasti selalu punya alasan untuk tidak melakukannya secara bersahaja. Walau semua bahan sudah tersedia, mengakses gratis dan mudah yang disediakan kampus, dengan internet yang cepat, tetap tidak selesai jika malas melakukannya. Apa yang dibayangkan sebagai produk dalam bentuk artikel ilmiah, akhirnya menjadi mimpi ketika tidak dikejar dengan proses yang baik. Orang Aceh menyebut, “apalah daya mablien, jika yang melahirkan mulai dengan usaha sendiri”. Orang yang melahirkan, tidak mungkin ditolong total oleh bidan, jika yang bersangkutan tidak berusaha dari diri sendiri terlebih dahulu.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment