Saya ingin mendudukkan hal ini, yang sering saya nyatakan untuk mereka yang sedang belajar. Orang yang berjuang dan belajar dengan baik, yang dinamakan dengan proses, sebagai jalan memahami bagaimana suatu pengetahuan akan didapat. Dalam dunia pendidikan sekali pun, yang lebih penting bukan hasil. Bukan pada sesuatu yang akan didapat begitu saja oleh mereka yang belajar.
Dalam kehidupan yang lebih luas, berproses juga sangat penting. Bahkan dalam semua lini kehidupan manusia. Berusaha menjalankan sesuatu dengan baik, merupakan bagian dari proses itu. Melakukan sesuatu menurut garis sangat penting, dibandingkan dengan hasil. Seperti orang yang berikhtiar dengan berusaha, tidak masalah bagaimana hasilnya.
Orang yang sudah berusaha mencapai sesuatu secara baik, dan melakukannya dengan batas-batas yang dibenarkan, maka tinggal hanya menunggu saja bagaimana pun hasilnya. Biasanya orang yang semacam itu, tidak lagi gelisah dengan hasil.
Orang yang sedang menempuh pendidikan juga demikian. Mereka yang sudah belajar dan mempersiapkan diri, tidak lagi mempermasalahkan apapun hasilnya. Hasil akan didapat sesuai dengan proses yang sudah dilakukan. Biasanya proses yang baik akan memungkinkan mendapat hasil yang baik.
Berproses beda dengan perasaan saat menunggu hasil. Pengalaman saya, sudah tiga atau empat kali saya berkesempatan mengambil rapor kemenakan. Saya mewakili orang tua mereka karena pada saat yang sama, orang tua mereka memiliki agenda yang tidak boleh ditinggalkan.
Rapor –atau lebih tepatnya buku rapor adalah catatan atau laporan yang berisi pencapaian nilai kepandaian dan prestasi belajar murid yang belajar di sekolah. Kegunaan buku rapor adalah untuk memberikan laporan kepada orang tua atau wali murid mengenai perkembangan mereka dalam hal belajar. Dalam sebuah sebuah rapor, akan tercatat sebanyak mungkin indikator, baik kecerdasan mata pelajaran maupun mentalitas. Namun hal yang disebut terakhir, kemudian dilakukan pengukuran melalui sejumlah interval angka tertentu.
Idealnya, rapor tersebut merupakan ruang untuk mencatat berbagai proses dalam pembelajaran. Di dalam buku ini, semua yang ditempuh anak didik akan tergambar dengan baik. jadi tidak semata pada soal angka akhir yang tampak dan bisa dilihat.
Tentu saja, proses mencatat ini tidak selalu bisa dilakukan dengan baik. Seorang guru yang juga memiliki beban yang tidak sedikit, maka tugas tambahan menjadi semakin berat bagi mereka. Dalam pelaksanaan tugas, hal-hal yang terkait administratif sudah sangat banyak yang harus mereka laporkan.
Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.