Orang Tua Harus Memahami Prestasi Anaknya

Mengapa orang tua yang harus menerima rapor anaknya? Secara sederhana, sesungguhnya upaya agar setiap orang tua memahami apa yang diperoleh oleh anaknya. Dengan melihat secara langsung, orang tua akan semakin memantau kondisi belajar anak-anaknya. Dulu …

Mengapa orang tua yang harus menerima rapor anaknya? Secara sederhana, sesungguhnya upaya agar setiap orang tua memahami apa yang diperoleh oleh anaknya. Dengan melihat secara langsung, orang tua akan semakin memantau kondisi belajar anak-anaknya.

Dulu ketika saya masih sekolah, buku rapor ini bisa diambil sendiri oleh muridnya, lalu dibawa pulang dengan pesan guru agar diperlihatkan kepada orang tua. Akan tetapi entah berapa banyak murid yang mengikuti pesan gurunya. Kebanyakan malah menyembunyikan buku rapor, apalagi anak-anak yang lebih banyak tersusun angka merah. Di samping itu, posisi anak juga tidak diimbangi oleh keaktifan orang tua. setelah akhir semester atau catur wulan, sangat jarang orang tua menanyakan hasil yang diraih anaknya. Kebanyakan orang tua seperti tidak peduli apa-apa dengan masalah yang dihadapi oleh anak di tempat ia menuntut ilmu.

Mungkin atas alasan itu, sekolah kemudian mengubah pola, dengan cara menghadirkan orang tua atau wali ketika masa mengambil buku rapor tiba. Dengan kondisi apapun, orang tua atau wali murid akan melihat sendiri perkembangan pendidikan anaknya. Apapun hasilnya. Mereka juga bisa menanyakan langsung sekiranya ada hal yang membutuhkan klarifikasi. Tidak main jurus belakang. Berbicara kepada orang yang tidak berhak dan didengar oleh orang yang tidak berhak pula. Bukan kepada orang yang bersangkutan, yang ada urusan secara langsung.

Bagi orang tua, berbagai hal mengaduk-aduk perasaan ketika buku rapor dibuka. Apalagi anak-anak yang sudah sekolah menengah, baik yang mendapat rangking maupun yang tidak. Syukur kalau anak mendapat rangking dari proses belajar yang baik. Dengan prestasi ini, tentu hampir tidak ada hal yang bisa dipertanyakan. Yang ada, ketika pulang ke rumah, anak-anak bisa menunggu dengan perasaan yang tidak kalah serunya. Mereka ingin tahu segera hasil –malah kalau bisa sejak rapor diberikan di sekolah melalui orang tua wali. Sekiranya ada yang berjanji sesuatu, mereka ingin melihat rapor dengan harapan janji dengan cepat terealisasi.

Hal lain, mengenai prestasi mereka di sekolah yang akan mendapat tempat tersendiri. Harapan ini turut menyebabkan semangat anak untuk segera tahu hasil, dalam taraf yang berlipat-lipat. Begitulah penantian orang yang sedang menunggu hasil.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment