Memperbaiki Kualitas Hidup

Sebenarnya, yang saya maksud terkait dengan usaha –yang wajib dilakukan manusia –untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Usaha itu menjadi titik anjak, bukan titik penentu nasib. Orang yang berusaha, tetapi tidak berhasil, urusannya menjadi berbeda. Setidaknya dibandingkan …

Sebenarnya, yang saya maksud terkait dengan usaha –yang wajib dilakukan manusia –untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Usaha itu menjadi titik anjak, bukan titik penentu nasib. Orang yang berusaha, tetapi tidak berhasil, urusannya menjadi berbeda. Setidaknya dibandingkan dengan mereka yang tidak berusaha sama sekali. Apalagi jika ada yang berpikir, soal hidup, semua sudah tidak perlu dipersoalkan.

Jika ada peluang, maka harus berusaha untuk dicapai untuk kepentingan memperbaiki kualitas hidup. Adakalanya, peluang itu tidak tersedia di sekitar kita. Peluang itu kadang kala hanya tersedia di tempat lain. Dengan tidak melupakan kewajiban lainnya, seseorang tetap harus berusaha sebaik mungkin.

Tak saja soal pendapatan, karena kualitas ini bisa juga termasuk ruang hidup yang nyaman dan aman. Masalahnya adalah tidak semua orang bisa mencerna dan memahami mengapa seseorang atau sekelompok orang rela meninggalkan tempatnya yang sudah bertahun, untuk mencari kehidupan di tempat lain? Ada orang yang tidak peduli sejauhmana perjalanan akan dilakukan, selama ia akan mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik.

Tidak sedikit kasus, orang pergi tidak sekedar mengadu nasib. Orang yang pergi karena dijejar oleh berbagai ancaman di tempat tinggalnya. Ancaman yang menjadikan nyawa sebagai taruhan. Orang bahkan rela melakukan perjalanan walau pilihan jalan itu tidak selalu sebagai pilihan ideal.

Orang-orang yang memilih melakukan perjalanan, setidaknya memiliki alternatif jawaban, bahwa mereka sudah berusaha, sekiranya pada akhirnya harus tunduk pada titik akhir yang tragis. Dengan berusaha, memungkinkan hadirnya hidup yang lebih baik, dibandingkan dengan mereka yang memilih diam saja.

Pilihan hidup yang baik, tidak juga sebatas pada jiwa dan raga. Di tempat tertentu, ada pertaruhan lain yang kadangkala harus diperhitungkan. Orang-orang di Palestina yang menjaga tanahnya, menjadi pengecualian betapa mereka mengemban amanah besar untuk menjaga tanah mulia.

Selain contoh itu, barangkali sulit untuk menggambarkan apa yang terjadi. Bagi kita yang tidak mengalami berbagai kejadian sesungguhnya, sulit untuk menggambarkan perasaan mereka yang sebenarnya. Apa yang menyebabkan mereka pergi dengan jarak yang jauh dengan berjalan kaki. Bukan sesuatu yang mudah, membawa serta keluarga, melintasi batas-batas negara, baik melalui laut maupun melalui darat.

Jumlahnya ratusan ribu. Suatu rombongan besar sebagai gerakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Untuk ini pasti ada alasan khusus. Barangkali ada secuil yang ikut-ikutan, tetapi berita dari negeri mereka cukup menggambarkan betapa ngerinya negeri yang sedang berperang.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment