Apakah bagi semua orang, konflik itu tidak bisa menguntungkan? Tentu tidak bagi semua. Tetapi ada orang yang bisa mengambil untung dalam konflik. Ada orang yang semakin konflik, semakin Berjaya. Banyak aktivitasnya yang berjalan dengan baik pada masa-masa konflik. Berbeda dengan kebanyakan kita. Yang justru sangat merasakan penderitaan dalam era konflik.
Kita pernah merasakan bagaimana konflik itu menjadi derita berkepanjangan. Dari sejumlah catatan, ada sisi konflik di tempat kita yang tidak terperi. Walau masih ada konflik di dunia yang jauh lebih kejam dan melahirkan dampak yang kelam bagi peradaban umat manusia.
Sejumlah realitas yang dijadikan sumber imajinasi dalam produk film-film bagus, memperlihatkan sisi konflik yang tidak semua orang mampu melihat realitas ini. Tentang bagaimana keadaan konflik, tetap saja ada berbagai kepentingan yang berlaku di dalamnya. dan kondisi yang semacam ini juga bisa berlangsung dalam waktu yang lama.
Konon, bagi sebagian orang, dalam keadaan konflik sekalipun, masih bisa meneguk untung. Peneguknya bisa berbagai macam. Membuka lembaran masa lalu, bahkan sebelum negara ini merdeka, para pemain itu terdiri dari berbagai latar belakang. Orang pandai, pejabat tinggi, kaum pejuang, bahkan militer sekalipun, bisa melakukan banyak hal pada era perjuangan kemerdekaan. Orang yang memiliki rumus bermain, akan mudah mendapat untung. Kebanyakan, merasakan kepedihan tiada tara.
Membaca sejumlah buku kritik perang, khususnya terkait perang Aceh, tampak bahwa dalam sebuah perang tidak hanya berbasis pada taktik bagaimana memenangkan pertempuran di lapangan. Pejabat sipil dan militer saling memiliki kepentingan tersembunyi.
Dari berbagai buku ini pula, memberi sinyal akan perulangan yang terjadi sepanjang sejarah konflik, bahkan konflik setelah kemerdekaan. Orang-orang dalam konflik apapun, tetap ada yang bisa meneguk untung, di tengah kondisi orang yang menahan derita. Tidak masa lalu tidak masa kini.
Sejumlah buku yang memperlihatkan bagaimana perjalanan perang Aceh era sebelum merdeka, memperlihatkan bagaimana pengambil untung itu sangat banyak. Artinya ada banyak pemain dalam suatu keadaan yang sedang serius. Demikian juga sebaliknya.
Pada konflik setelah era merdeka, ternyata keadaan ini tidak jauh berbeda. Tetap ada orang yang bisa mengambil untung atas konflik yang terjadi. Konflik berjalan terus, namun ada yang terus mendapat posisi lebih baik, keuntungan lebih banyak, dan jabatan yang semakin baik. Dengan demikian, tidak seperti yang dibayangkan kebanyakan orang, seolah-olah di daerah konflik, semua orang merasakan derita yang dalam.
Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.