Saya ingin mengulangi menjelaskan sejumlah fungsi referensi dalam kehidupan kita, terutama sekali terkait dengan semangat menghindari apa yang disebut sebagai plagiat atau autoplagiat. Semangat ini akan membuat orang dengan lega –baik ikhlas atau terpaksa—mengakui jika ada ide atau data yang digunakan bukan dari dirinya, atau bisa jadi dari yang bersangkutan namun sudah pernah dipublikasi. Suatu ide atau data dari karya orang lain, atau karya kita yang sudah pernah dipublikasi, idealnya wajib disebutkan. Secara konsep, nanti akan terbelah pada posisi miliki orang lain atau milik sendiri. Kasus-kasus yang terjadi di perguruan tinggi, sebagian besar memang terkait karya orang lain, tapi tetap ada yang masuk dalam ranah selfplagiarism, dengan menyembunyikan karyanya yang sudah dipublikasikan sebelumnya.
Kepentingan lain dari referensi bagi sebuah karya adalah untuk meningkatkan kredibilitas hasil karya yang bersangkutan. Pernyataan, argument, data, atau dokumen, akan lebih kuat dengan didukung oleh rujuan atau acuan yang valid dan terpercaya. Sumber-sumber rujukan bisa digunakan yang tersedia dalam penyedia data yang berkualitas. Sekarang ini muncul sejumlah pengindeks yang membagikan berkala ilmiah –termasuk ilmiahnya—yang bereputasi. Suatu karya yang didukung oleh rujukan yang berkualitas, akan berdampak pada kualitas karya yang dihasilkan tersebut. Termasuk kepentingan lain dalam hal untuk memudahkan penelusuran karya yang dihasilkan. Dengan ada referensi, juga bisa diuji suatu acuan yang dikutip bisa diakses dengan baik atau tidak –untuk kepentingan mendapatkan bahan secara utuh.
Selain fungsi referensi tersebut, ada hal lain yang tidak kalah penting terkait merekam. Pengalaman saya, dari seorang teman baik, pada awalnya memberitahukan cara sederhana untuk merekam referensi. Melalui program sederhana yang tersedia. Merekam referensi dengan baik bisa dilakukan dengan program sederhana tersebut. Hal ini juga keluar bukan pada waktu yang penting, melainkan saat yang genting. Beda antara penting dan genting. Penting menandakan bahwa sesuatu itu harus dicapai dengan rencana yang matang. Penyelesaian hal yang genting, kadang-kadang ditentukan oleh hal yang tidak terduga.
Misalnya dalam halaman Microsoft Word, kita akan mendapatkan perekaman meta data sederhana melalui ruang references. Di dalam ruang itu, harus ditentukan manage sources, pilihan style, dan insert citation. Ketika semua meta data sudah diisi –harus dipastikan semua sumber yang memang digunakan dalam karya—tinggal dipilih pilihan Bibliography atau References. Nah, dalam data inilah yang harus diisi semua jenis sumber yang digunakan, baik buku, artikel ilmiah dari jurnal, berbagai karya dari sumber laman, artikel surat kabar atau majalah, maupun menentukan bagaimana cara merekam references dari hasil wawancara. Pilihan ini, walau mungkin terkesan agak melelahkan, hakikatnya mempermudah pengguna untuk tidak ribet menyusunnya secara manual. Platform ini sudah membantu kita untuk tidak perlu menulisnya secara manual, yang memungkinkan salah di sana-sini.
Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.