Pentingnya Referensi dalam Karya Tulis

Ada sejumlah hal yang penting diketahui terkait posisi referensi dalam karya tulis –baik ilmiah maupun popular. Pertama, soal konsep, apa yang disebut sebagai referensi itu. Konsep dapat menjadi ruang penyamaan frekuensi. Kedua, mengapa referensi itu …

Ada sejumlah hal yang penting diketahui terkait posisi referensi dalam karya tulis –baik ilmiah maupun popular. Pertama, soal konsep, apa yang disebut sebagai referensi itu. Konsep dapat menjadi ruang penyamaan frekuensi. Kedua, mengapa referensi itu penting? Ketiga, apakah memang dalam setiap karya wajib ada referensi. Di luar tiga pertanyaan itu, masih ada yang lain, yakni soal bagaimana referensi itu direkam dan dengan media apa.

Secara konsep, buku Harrod’s Librarians’ Glossary and References Book (Ray Prytherch) menjelaskan sejumlah istilah yang digunakan, mulai dari citation. Konsep ini diartikan sebagai “a reference to a text or part of a text identifying the document in which it may be found”. Konsep ini diminta juga untuk melihat general reference. Dalam glosari tersebut diarahkan juga, “a See also reference in an index or catalogue which directs the user to a number of headings under which entries on specific subjects may be found. These are often used to avoid bulking out the catalogue with a number of specific references. Also called ‘General cross-reference’, ‘Information entry’, ‘Multiple reference’.” Referensi dalam indeks atau katalog yang mengarahkan pengguna ke sejumlah tajuk dimana entri tentang subjek tertentu dapat ditemukan.

Secara umum, reference (dalam konteks pengkatalogan) menunjuk pada “A direction from one heading to another. References may be general to indicate a class, giving an individual heading only as an example, as Animals, see also under the names of animals as Lion”. Terkait dengan “bibliographical references. References to books and parts of books (including articles in books), to periodicals and other serials, and to articles in periodicals.”

Sebagaimana dalam bagian sebelumnya sudah disebut, referensi sangat terkait dengan sumber acuan, rujukan, atau petunjuk yang digunakan untuk mendukung, memperkuat, atau memvalidasi suatu pernyataan, data, atau dokumen, maka pasti posisinya sangat penting. Para penulis ada yang menyebut seolah rujukan hanya untuk karya yang “berbau” ilmiah. Padahal, dalam artikel popular pun, bahkan esai yang bentuknya sangat bebas, jika ada yang merujuk pada acuan, rujukan, atau petunjuk tertentu, harus disebut dalam karya kita. Kebohongan itu akan muncul ketika kita menggunakan sumber tertentu, namun tidak menyebutkannya dengan layak.

Saya kira, soal ilmiah atau tidak, bukan penentu untuk merujuk atau tidak. Hal ini menegaskan bahwa dalam setiap karya, jika memang ada yang dirujuk, maka wajib ada referensi. Dengan demikian, referensi itu bukan hanya untuk kepentingan karya ilmiah atau dalam penulisan atau penelitian ilmiah saja. Berbagai karya yang menggunakan acuan, rujukan, atau petunjuk dari sumber tertentu, maka hal itu harus ditegaskan secara memadai.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment