Gaya Menulis Referensi

Soal gaya dalam menulis referensi, sangat tergantung pada pilihan yang tersedia. Berkala ilmiah, sudah menyediakan pedoman yang semakin detail terkait referensi. Sebagian besar jurnal bahkan sudah menyediakan platform tertentu dalam memilih dan menggunakan style ini. …

Soal gaya dalam menulis referensi, sangat tergantung pada pilihan yang tersedia. Berkala ilmiah, sudah menyediakan pedoman yang semakin detail terkait referensi. Sebagian besar jurnal bahkan sudah menyediakan platform tertentu dalam memilih dan menggunakan style ini. Seorang penulis atau peneliti, hanya perlu mengikuti dengan mengisi menggunakan platform, lalu mengisi data yang dibutuhkan. Bisa jadi ada sebagian kecil jurnal yang belum memiliki hal itu. Dengan sebagian, pasti masih ada penulis yang sebenarnya masih mengisi referensinya secara manual.

Bukankah sebenarnya pada masa lalu, tugas akhir kita masih bertumpu pada proses manual itu? Bedanya, waktu itu, tidak dijelaskan apa yang kita isi secara manual, sebenarnya juga dipandu oleh style yang sudah tersedia lama. Contoh kecil, panduan penulisan tugas akhir di kampus tertentu, bisa saja dipengaruhi oleh kampus lain, terutama tempat pada dosen di kampus tersebut menuntut ilmu. Semua panduan dari tempat kuliah, akan didiskusikan untuk menggunakannya di kampus tempatnya mengabdi. Masalahnya adalah tidak semua dosen waktu itu memahami bahwa kampus yang dirujuk itu, pada dasarnya menggunakan style yang sudah tersedia dalam alam gaya penulisan.

Dalam dunia jurnal, jika disederhanakan, bisa disebut sebagai gaya selingkung. Istilah ini, untuk menyebut pada penggunaan pedoman tata cara atau format penulisan khusus yang dibakukan atau disepakati pada berkala ilmiah tertentu. Untuk menjadi catatan bahwa walau ia disetujui pada berkala tertentu itu, hakikatnya konsep dasar berawal dari berbagai style yang ada. Tidak hanya berkala ilmiah, penerbit majalah, buku, bahkan media online seperti era sekarang, ada yang menyedian gaya selingkung ini.

Gaya selingkung tersebut digunakan baik dalam hal menyusun daftar pustaka, cara membuat catatan kaki, atau bagaimana ketika menyebut sumber kutipan secara langsung pada body artikel. Daftar pustaka biasanya diletakkan pada akhir sebuah karya tulis, yang isinya semua pernyataan, data, atau dokumen yang dirujuk. Daftar itu tak hanya berisi buku, melainkan bisa juga artikel jurnal, surat kabar atau majalah, bahkan sumber lain seperti online bahkan hasil wawancara.

Hal yang sama berlaku pada pilihan akan menggunakan catatan kaki atau langsung di dalam body karya tulis. Pilihan ini sangat tergantung dari bagaimana gaya selingkungan yang digunakan. Untuk pilihan gaya, sejumlah style yang selama ini terkenal antara lain American Psychological Association (APA), Modern Language Association (MLA), Chicago Manual of Style, Vancouver Style, American Sociological Association (ASA), atau Harvard Style.

Semua style yang disebutkan, selalu berisi informasi tentang nama penulis karya, tahun terbit, judul karya, kota penerbit, nama penerbit, bahkan untuk jurnal, informasi terkait volume dan issue. Masing-masing style menentukan bagaimana cara menulis nama, apakah dimulai dengan nama belakang atau nama depan, diinisial nama depan, dan sebagainya. Demikian juga, apakah judul karya dimiringkan atau tidak.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment