Diagram Naik Kekerasan terhadap Anak

Jika merujuk pada perkembangan jumlah kasus dan berita media, kekerasan terhadap anak selalu meningkat, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Pertanyaan yang sering muncul dalam ruang diskusi, apakah jumlahnya dari dulu sudah demikian, atau jangan-jangan …

Jika merujuk pada perkembangan jumlah kasus dan berita media, kekerasan terhadap anak selalu meningkat, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Pertanyaan yang sering muncul dalam ruang diskusi, apakah jumlahnya dari dulu sudah demikian, atau jangan-jangan ini seperti fenomena gunung es –yakni kasusnya memang sudah banyak sejak dulu, namun sekarang ini sedang masanya terbuka pelan-palan.

Ada kasus yang bertambah. Ada peristiwa yang dari segi kualitas, ternyata bertambah biadab. Kata ini sebagai lawan dari kata adab, yang berarti santun. Mungkin juga terlalu ringan dengan kata biadab itu, karena apa yang terjadi jauh dari lebih kejam dari kata itu.

Anak sedang menghadapi 1001 masalah di negeri ini. Ada kejadian berulang, yang seharusnya sudah memberi tanda bagi orang-orang dewasa. Orang dewasa tidak boleh hanya menggantungkan aba-aba hanya melalui kata: nak, hati-hati dengan orang baru. Ingatan akan cepat berubah dengan lahirnya wajah-wajah. Walau orang baru, dengan wajah yang jitu, akan berhasil memperdaya. Anak juga tidak mungkin diingatkan untuk selalu melapor bila ada bahaya yang mengintai. Barangkali ketika ada ancaman, justru itu yang lebih ia takutkan ketimbang harus melapor apa yang dialami kepada orang tuanya.

Dengan demikian sasaran penting harus diarahkan ke orang dewasa. Apa yang dilakukan orang dewasa yang berimplikasi terhadap anak, harus lahir dari proses yang manusiawi. Segala sesuatu yang berpotensi akan merusak masa depan anak, harus dilakukan perlindungan sejak dini.

Celakanya, perilaku orang-orang dekat yang ternyata juga melonjak. Harusnya ini menjadi aba-aba. Orang-orang yang harusnya memberi perlindungan, ternyata mulai kecenderungan naik perilaku yang sebaliknya.

Rasanya sebuah masalah yang muncul ke permukaan, tidak lahir secara tiba-tiba. Ada sesuatu yang bersembunyi di belakangnya, yang harus diungkap oleh orang-orang pandai. Apa yang terlihat dengan mata, tidak selalu berarti bahwa itulah realitas yang sebenarnya. Bisa jadi ada sesuatu yang sangat besar, justru yang harus diungkap. Makanya sebuah intaian terhadap anak, tidak boleh berhenti pada sesuatu perilaku terhadap anak. Apa yang menyebab perilaku itu terjadi, juga harus dikejar.

Kasus yang paling banyak terjadi terhadap anak adalah kekerasan dan kekerasan seksual. Penting untuk mengungkapkan penyebab fenomena ini terjadi? mengapa antar anak bisa saling mengerasi? Mengapa orang tua mengerasi anak? Mengapa anak-anak jadi sasaran kekerasan seksual –yang sungguh hukuman berat harus diberikan bagi pelakunya.

Itu semua harus menjadi pelajaran. Selemah iman, sungguh berduka dengan kebiadaban ini.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment