Salah satu portal yang terkait indikator ilmiah adalah Scimago [dapat diakses pada link: https://www.scimagojr.com]. Yang disebut sebagai Scimago Journal & Country Rank (SJCR) adalah portal publik yang menyediakan indikator ilmiah untuk jurnal dan negara, berdasarkan data dari basis data Scopus (Elsevier). Portal ini memungkinkan perbandingan dan analisis jurnal dan negara berdasarkan bidang studi, kategori spesifik, atau wilayah, menggunakan data dari lebih dari 34.100 judul dan 239 negara. Indikator utamanya, Scimago Journal Rank (SJR), mengukur visibilitas jurnal menggunakan algoritma yang mirip dengan PageRank dari Google –kalau tidak salah, berdasarkan pengalaman saya, PageRank dari Google ini juga muncul di akhir-akhir. Ketika saya buka google, sudah mendapatkan indikator ini untuk melihat karya-karya yang sudah muncul di situ.
Dalam link portal, disebutkan bahwa Scimago adalah kelompok riset yang berafiliasi dengan beberapa universitas Spanyol, yang mengkhususkan diri dalam analisis dan visualisasi informasi. Selain SJCR, Scimago telah mengembangkan The Shape of Science: sebuah proyek yang memvisualisasikan struktur sains. Selain itu, ada SIR (Scimago Institution Rankings), yang memberi peringkat lembaga akademik berdasarkan kinerja penelitian, inovasi, dan dampak sosial.
Secara sederhana, awal Juni 2026, saya menelusuri jurnal-jurnal yang tersedia dalam portal Scimago. Saya melihat ada 32.193 jurnal, dengan komposisi yang berbeda-beda berdasarkan teritori, yakni Afrika sebanyak 258 jurnal, Asia sejumlah 3.735 jurnal, Eropa Timur 2.920 jurnal, Amerika Latin 1.143 jurnal, Timur Tengah 1.067 jurnal, Amerika Utara sebanyak 7.626 jurnal, Fasifik 346 jurnal, Eropa Barat berjumlah 15.142 jurnal, Arab sejumlah 317, dan ASEAN sebanyak 877 jurnal. Di Indonesia sendiri terdapat 315 jurnal Scopus. Khusus bidang hukum, dari 32.193 jurnal, tersedia 1.155 jurnal (di Indonesia, jurnal hukum tersedia 87 jurnal terindeks Scopus).
Hubungan antara Scimago dan Scopus, sebenarnya sederhana. Dalam pemeringkatan, Scimago menggunakan data mentah yang ditarik dari database Scopus (yang dimiliki penerbit Elsevier) untuk dilakukan analisis. Berangkat dari hubungan ini, kadang-kadang untuk mengetahui apakah satu jurnal masih terindeks atau sudah discontinue, bisa dilihat dalam status jurnal di Scopus. Posisi discontinue ini justru lebih lambat tampak pada Scimago.
Saya kira SJR ini juga yang digunakan untuk melihat bagaimana metrik sitasi dan reputasi. Parameter yang wujud kongkret terpetakan dalam empat peringkat kualitas jurnal, mulai dari Quartale 1 hingga Q4. SJR mengukur dampak prestise jurnal dengan mempertimbangkan jumlah sitasi dan bobot dari jurnal yang melakukan sitasi. Hasil ini yang menentukan capaian kategori, mulai dari Q1 hingga Q4. Lalu bagaimana cara mengecek metrik dampak dan kuartil jurnal? Dalam portal Scopus tersedia secara gratis direktori Scopus Sources untuk mencari jurnal berdasarkan judul, ISSN, atau bidang subjek. Lalu gunakan Scimagojr untuk melihat peringkatnya, nilai SJR, dan tren kutipannya.
Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.