Jalan Memilih Jurnal

Saya terpaksa mengulang cerita ini. Momentum akhir semester semacam ini, selalu ada kisah tidak enak. Dalam pelaksanaan kuliah, tidak semua mahasiswa mampu mengatur pendidikannya dengan baik. Saya ceritakan ke mahasiswa, bahkan saya ulang-ulang, bahwa manajemen …

Saya terpaksa mengulang cerita ini. Momentum akhir semester semacam ini, selalu ada kisah tidak enak. Dalam pelaksanaan kuliah, tidak semua mahasiswa mampu mengatur pendidikannya dengan baik. Saya ceritakan ke mahasiswa, bahkan saya ulang-ulang, bahwa manajemen sejak dari kuliah, sangat penting diperhatikan. Ada persiapan dari awal hingga akhir. Setiap babak dari perjalanan waktu, sudah dipersiapkan apa saja yang akan dilakukan. Orang yang mempersiapkan hal ini dengan baik, akan mampu melewati berbagai tantangan juga dengan baik.\

Salah satu dari yang harus dipersiapkan mahasiswa adalah status artikel pada jurnal. Mereka tak sekedar sudah mengirim, melainkan sudah ada proses dan status artikel sudah diterima. Hal ini jarang dipersiapkan mahasiswa. Ada sebagian yang justru hanya mengharapkan ada bantuan. Dengan jurus menggunakan alasan tidak mampu menembus. Mengapa ada mahasiswa yang mampu?

Kondisi di atas belum pada tahap untuk meminta memilih jurnal yang baik. Baru menyelesaikan yang biasa saja, sudah ada yang mengeluh. Entah bagaimana jika suatu saat ada ketentuan untuk mengirimkan pada jurnal terbaik.

Ada orang yang menamsilkan, bahwa orang yang memilih media sebagai tempat menyalurkan artikel, persis seperti memilih buah mahkota dewa untuk obat penyakit tertentu. Buah jenis ini, di daerah tertentu sangat banyak dan sering terbuang. Bahkan ada yang begitu saja tidak dihiraukan walau dalam masyarakat yang bersangkutan ada yang sakit dan berpotensi diobati dengan olahan buah tersebut. Kata-kata olah, sering membuat orang menyerah lebih cepat dan memilih jalan praktis, yakni obat yang tersedia di toko obat. Alasan bahwa mahkota dewa, ketika dipungut atau dipetik, tidak langsung jadi sebagai obat. Ia harus diperlakukan dan diolah sedemikian rupa, sehingga melalui sejumlah proses, baru digunakan. Hasil dari penggunaan obat jenis ini biasanya juga tidak langsung kelihatan. Butuh waktu, namun berdasarkan pengalaman orang yang sudah menggunakan, manfaatnya sangat terasa untuk jangka panjang.

Di sekitar kita banyak sekali media. Artikel yang dikirimkan, tidak ditentukan oleh keinginan kita sebagai penulis. Siapapun yang ingin menawarkan artikelnya, harus mengikuti bagaimana lingkup dan profil media yang bersangkutan. Hal ini tidak bisa dibalik sembarangan. Dengan mengacu pada keinginan penulis, yang terjadi adalah bunga-bunga, tidak ada keseragaman format, walau isi terserah dari penulisnya. Dengan keragaman yang tidak terkontrol, padahal media juga memiliki lingkup tertentu, akan berimbas kepada media yang bersangkutan. Jika satu media berkutat dengan isu politik, lalu mengakomodir artikel ekonomi dan sama sekali tidak terkait dengan politik, maka imbas dari tidak konsisten itu akan diterima oleh media yang bersangkutan. Pilihan semacam ini bagi mereka tidak boleh main-main karena itu terkait dengan banyak hal, termasuk yang sangat penting adalah pasar.

Dengan demikian, kita ketika mengirim suatu artikel, sudah memastikan media yang menjadi sasaran. Jangan salah tempat. Jangan sampai ada upaya untuk memasukkan ayam ke kandang kambing, atau sebaliknya, yang jelas tidak tepat. Pilihan demikian, akan membuat artikel yang dikirim tidak memiliki arti. Tidak ada penilaian kualitas, selain yang dipastikan terlebih dahulu mengenai kesesuaian. Apa yang ditentukan itu tidak terdapat dalam satu artikel, maka bersiap-siap artikel demikian pulang kampung lebih cepat dari perkiraan. Tulisan yang sempat dinilai kualitasnya, mungkin tidak masalah. Artikel yang tidak lolos karena memang sudah dinilai kualitasnya, akan berada pada posisi terhormat.

Hal lain yang juga sangat diperlukan adalah dengan membanding-bandingkan bacaan. Ketika sudah menentukan sasaran media, maka yang dilakukan bisa dengan membaca sejumlah artikel di dalamnya untuk membandingkan dengan apa yang sudah atau ingin kita tulis. Dengan demikian kita mendapatkan pengalaman langsung dari sumber utama, yakni artikel-artikel yang sudah dimuat di dalamnya. Sesuatu yang dipilih dengan ketepatan format dan isi, potensi berujung sukses akan terbuka lebar. Maka seperti mengutip mahkota dewa di bawah pohonnya, lalu memperlakukan dan memrosesnya sebagai obat, pada akhirnya akan bernilai tinggi. Dengan mengikuti proses demikian, akan menguatkan pondasi penulis dalam melakukan aktivitasnya.

Langkah semacam ini bisa dianggap sederhana dalam dunia yang serba termudahkan sekarang ini. Orang sudah mendapatkan kemudahan dalam berbagai hal. Para penulis dapat saja besar secara instan ketika mendapat momentum tertentu. dalam pertarungan lintas zaman, biasanya yang tersisa adalah penulis yang terbentuk dengan karakter yang sangat kuat, yang lahir dari proses panjang dan membumi.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment