Momentum

Mengoreksi jalan kehidupan harus dilakukan, baik secara pribadi dan untuk kepentingan pribadi, maupun untuk kepentingan kolektif. Harus ada kekuatan yang akan maju untuk mengoreksi ketidakbenaran-ketidaklurusan –apalagi jika ketidakbenaran-ketidaklurusan itu dilakukan oleh pihak yang seharusnya melakukan …

Mengoreksi jalan kehidupan harus dilakukan, baik secara pribadi dan untuk kepentingan pribadi, maupun untuk kepentingan kolektif. Harus ada kekuatan yang akan maju untuk mengoreksi ketidakbenaran-ketidaklurusan –apalagi jika ketidakbenaran-ketidaklurusan itu dilakukan oleh pihak yang seharusnya melakukan yang sebaliknya.

Pilihan ini agak sulit, apalagi di tengah suasana penyakit lupa yang menghinggap secara massal. Orang-orang yang berkata baik dan benar justru dimusuhi, dan orang-orang yang mengajak kepada sesuatu yang buruk disukai dan disanjung-sanjung.

Ada dua pilihan sekaligus yang dialami oleh mereka yang memiliki jalan untuk mengoreksi. Pertama, menjadi orang yang tidak populer, karena berlawanan dengan kemauan banyak orang. Kedua, pilihan dimusuhi bahkan bisa jadi akan mendapatkan sesuatu terhadap pribadi.

Pilihan sulit ini yang kerap dirasakan oleh mereka yang mengoreksi berbagai pihak agar memilih jalan yang baik. Seperti memilih jalan mendaki. Dalam konteks ini, saya termasuk orang yang lemah, yang bahkan belum melakukan apap-apa untuk meluruskan berbagai sisi kehidupan yang miring. Padahal semua hal bisa dilakukan bersama dan dengan bekerjasama.

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan saling bekerjasama. Mengoreksi mereka yang berkuasa, dalam level apapun, bisa dilakukan tidak selalu dengan jalan pintas. Mengoreksi juga bisa dilakukan dengan jalan melingkar, walau agak lama, namun bisa teringat seumur hidup. Bisa dibandingkan dengan langkah tiba-tiba, namun tidak lama akan berulang lagi. Langkah tertentu tidak jarang akan menambah banyak musuh, sedang masalah tetap sebagaimana sedia kala. Tidak berubah. Lalu akan memilih jalan mana, misalnya dengan langkah lembut, membuat masalah selesai, dan yang lebih penting, orang yang diingatkan tersadar dan ia tidak kehilangan muka.

Dalam kehidupan masalah yang muncul aneka-ragam. Bahkan penguasa kadangkala tidak bisa membedakan yang mana penting dan yang tidak penting. Untuk urusan yang penting belum tentu diberi porsi yang cukup, sebaliknya kadang untuk urusan sepele justru diberi porsi yang luar biasa. Mereka yang bertugas untuk mencerdaskan, ada yang lupa dengan tugas aslinya dan terlena dengan banyak hal yang tidak semestinya. Demikian juga mereka yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan, ternyata lebih mementingkan kesejahteraan diri lebih dahulu. Jika menyangkut agenda tertentu yang menghasilkan banyak untung akan berproses secepatnya, sedangkan yang menimbulkan risiko, akan dipertimbangkan hingga ke akar-akarnya.

Jamak kita lihat ada anggaran luar biasa untuk sesuatu yang tidak penting, namun menimbulkan empati dan tarikan emosional yang tidak sedikit. Sementara untuk kebutuhan substansi, prosesnya berbelit dan terkesan dihambat-hambat. Kondisi ini juga menjamah berbagai bidang yang sebenarnya memiliki tugas tidak sebagaimana yang sering dilaksanakan.

Orang-orang yang berupaya untuk mengingatkan agar kembali ke jalan yang benar, juga kadangkala tidak berefek ketika dilakukan secara terbuka. Banyak orang yang mengingatkan untuk kembali ke jalur yang benar, justru dibenci habis-habisan. Sebaliknya mereka yang berdiri di balik kekuatan untuk melakukan kemungkaran, senantiasa bertambah kekuatan lengkap dengan jumlah peningkatan anggaran. Hal ini bukan berhenti bahwa mengingatkan harus dihentikan. Upaya untuk mengingatkan kembali ke jalan yang benar harus dilakukan terus-menerus, dengan senantiasa mempertimbangkan langkah-langkah yang dari segi efek akan tersampaikan dan ketercapaian tujuan diperoleh. Tidak seperti kata ungkapan, arang habis besi binasa. Upaya yang dilakukan telah menghabiskan banyak energi, namun orang atau pihak yang diingatkan tidak merasakan apa-apa.

Dengan demikian berbagai pendekatan memungkinkan dilakukan. Untuk mengingatkan orang agar melakukan sesuatu secara benar, bagaimana pun harus diperankan oleh banyak orang. Semakin banyak orang melakukan tugas mulia ini, maka semakin besar peluang dan kemungkinan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Ketika semuanya tidak melakukan apa-apa, maka tunggu saja kekuatan-kekuatan hitam yang justru akan berpesta-pora.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

Leave a Comment