Pertanyaan sederhana saya, ketika orang mau makan, apakah mereka tidak berpikir akan datang hanya ke tempat tertentu saja? Sepertinya tidak –walah tetap ada yang sebaliknya.
Orang tertentu, baik terkenal atau tidak, datang ke tempat tertentu, memiliki alasan tersendiri. Apalagi tempat makan, semacam warung. Mereka yang sudah kreatif, kedatangan orang terkenal akan dipajang foto di warungnya. Tidak heran banyak restoran menyediakan satu sisi dinding untuk menempel foto-foto orang yang sudah datang ke sana. Ternyata hal ini juga dilakukan warung-warung kecil yang disinggahi orang-orang tertentu.
Jika foto dipajang di tempat makan megah dan terkenal, faktor di baliknya datangnya seseorang, harus didalami oleh mereka yang mau belajar. Ada yang datang karena pesanan. Orang-orang terkenal, diundang dan datang dengan semua fasilitas, plus sejumlah honor. Tujuannya tentu saja untuk menarik pelanggan yang lebih besar. Suatu kunjungan demikian, ketika dipublikasi lebih luas, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Tidak sedikit orang yang datang bukan karena pesanan, namun murni karena mendapat dari mulut ke mulut tentang masakan di warung tertentu. terutama orang terkenal yang bekerja secara profesional untuk menyiarkan masakan yang enak dan menarik di banyak tempat. Kunjungan yang demikian, tentu tidak berdasarkan bayaran, dan biasanya tidak membutuhkan komentar khusus yang positif –sebagai pesanan.
Perbedaan itulah yang terasa. Maka suatu kali, ketika saya singgah di warung kecil di Kudus, Jawa Tengah, saya mendapat pengalaman. Hal yang menarik saya menoleh ke warung ini, pada awalnya karena faktor foto seorang pembaca acara kuliner yang terpasang di samping nama warung itu. Ia sudah lama menjadi pembawa acara kuliner di televisi. Cara makan saat membawa acara, membuat nafsu makan penonton meningkat beberapa derajat.
Tidak ada yang istimewa dengan warung ini. Letaknya juga tidak di depan jalan. Untuk sampai ke warung ini, harus kita lewati beberapa muka warung lain. Lantas mengapa tidak ada juga foto orang terkenal di warung lain, tentu itu ada alasan tersendiri. Foto orang terkenal itu bersama foto pemiliknya, bertuliskan maknyuss.
Ketika makan di sana, kebetulan pemiliknya ada. Menarik, karena pemilik ternyata mengontrol langsung pekerja-nya. Menurut karyawannya, pemilik jarang di luar, terutama ketika waktu orang makan. Dengan sepenuh hati ia jamu orang-orang yang datang ke warungnya.
Pertanyaan pertama saya tentang orang terkenal. Mohon maaf, saya langsung tanya apa benar ia ke warung ini? Dalam hati, apa istimewanya warung ini. Menurut orang-orang di sekitar itu, ia ternyata tidak sekali datang ke sana. Berkali-kali. Pemilik warung menyebut sudah enam kali, selama ia membuka warung. Tentu tidak semuanya dalam kapasitas pembawa acara. Untuk konsumsi program televisi, justru hanya dua kali.
Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.